Yogyakarta-Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengoperasionalkan tambahan armada sampah untuk mendukung pengangkutan sampah. Tambahan armada sampah itu untuk menggantikan armada lama yang tua. Termasuk untuk menambah kekuatan pengangkutan dan pengelolaan sampah agar lebih cepat.

Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengatakan penambahan armada sampah itu upaya untuk menambah kekuatan sarana prasarana pengelolaan sampah. Terutama pengelolaan sampah pada hilir, sehingga perlu ada tambahan armada.

“Armada baru ini akan menggantikan armada lama yang relatif uzur. Dengan demikian layanan yang diberikan oleh DLH ini akan lebih cepat,” kata Aman, usai peluncuran operasionalisasi armada sampah di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Kamis (16/2/2023).

Total tambahan kendaraan operasional untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta sebanyak 42 unit. Armada itu terdiri dari 7 dump truck, 2 tangki air, 8 truk compactor besar dan 5 truk compactor kecil serta 20 unit kendaraan roda 3. Kendaraan operasional itu dari pengadaan Pemkot Yogyakarta tahun 2022.

Aman menyatakan penggunaan truk compactor bisa membantu mengurangi volume sampah berkisar 5-10 persen. “Meski tidak begitu signifikan, ini akan memberikan kontribusi juga pada pengurangan volume, khususnya sampah organik dan residu,” imbuhnya.

Pemkot Yogyakarta sejak Januari 2023 memberlakukan gerakan zero sampah anorganik untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena hampir penuh. Aman menyebut volume sampah di Kota Yogyakarta yang dibawa ke TPA Piyungan sudah berkurang mencapai sekitar 35 ton/hari. Ditargetkan sampai  akhir Maret bisa mengurangi volume sampah sekitar 50 ton/hari.

“Sosialisasi kita dorong dan yang tidak kalah penting adalah satgas gerakan zero anorganik berbasis kelurahan. Sekarang sudah mulai secara random sampling melakukan monitoring lapangan,” tambah Aman.

Aman selaku Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta menyampaikan kini sosialisasi pengelolaan sampah juga menyasar sampah spesifik yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) di permukiman. Sampah B3 menjadi bagian program dari bank sampah di Kota Yogyakarta. “Harapannya bank sampah menjadi agen-agen informasi  yang kuat di masyarakat. Termasuk dalam pengelolaan sampah B3,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DLH Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto menyampaikan operasional truk sampah semuanya diorientasikan untuk membawa sampah ke TPA. Termasuk tambahan 42 unit armada sampah sudah terdaftar di TPA untuk bisa membuang dan menimbang. Dengan penambahan armada pengadan tahun 2022, total jumlah kendaraan operasional DLH Kota Yogyakarta sebanyak 163 unit.

“Dengan pengadaan baru kita memperbanyak compactor yang semula sembilan truk ada tambahan sekitar 12, lumayan. Tapi tidak semuanya compactor karena ada area-area yang terbuka sehingga setiap saat ready menerima sampah. Kalau compactor harus ada operatornya,” papar Sugeng.

Diakuinya sampai pertengahan Februari ini, volume sampah yang dibawa ke TPA Piyungan lumayan berkurang. Namun dia menegaskan targetnya bukan sekadar mengurangi, tapi gerakan pemilahan sampah harus diperkuat sehingga sosialisasi pengolahan sampah terus digencarkan. Termasuk pengelolaan sampah B3 di permukiman seperti batu baterai, sampah elektronik, sampah kaleng kemasan pewangi dan obat nyamuk serta lampu.

Alur pengelolaan sampah B3 di permukiman dilakukan masyarakat dengan memilah sampah B3. Kemudian sampah B3 itu dikumpulkan  ke tempat penampungan sementara sampah spesifik atau dropbox B3. Lokasi dropbox sampah B3 ada di Kantor DLH Kota Yogyakarta, depo Utaralaya, depo Gedongkiwo, depo Nitikan, depo Mandala Krida dan depo RRI. Sampah di dropbox B3 akan diangkut oleh perusahaan pihak ketiga yang memiliki izin.

“Ada pihak ketiga yang mengangkut karena sampah B3 harus dengan kendaraan tertutup. Pihak ketiga yang mengelola dan mengolahnya. Kami sendiri tidak boleh mengangkut sampah B3,” tandasnya.

By AR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *