Yogyakarta-Kota Yogyakarta meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2021 dengan kategori kota terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan IGA diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai telah melakukan inovasi dalam tata kelola pemerintah dan pelayanan publik.

Penghargaan itu disampaikan dalam kegiatan IGA 2021 pada Rabu (29/12/2021) yang digelar Kemendagri secara luar jaringan dan dalam jaringan (daring). Pemerintah Kota Yogyakarta hadir dalam kegiatan IGA 2021 secara daring dari Balai Kota Yogyakarta yang diikuti oleh jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta.

“Penghargaan ini untuk menggairahkan, meningkatkan motivasi dan percaya diri masyarakat, setelah ASN Kota yogyakarta adalah berinovasi. Makanya penghargaan ini bagaimana berkreasi dan membuat terobosan serta hasil inovasi dapat digunakan sebagai salah satu pemecahan masalah di Kota Yogyakarta,” kata Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono, usai mengikuti IGA 2021 secara daring di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta.

Penghargaan itu adalah hasil dukungan seluruh jajaran Pemkot Yogyakarta serta masyarakat Kota Yogyakarta dalam berinovasi. Inovasi unggulan Kota Yogyakarta yaitu pelayanan publik secara digital melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) dan gerakan Gandeng Gendong. Terutama dalam merespon masa pandemi Covid-19 dalam melayani masyarakat dan gerakan Gandeng Gendong dengan melibatkan lima elemen yaitu kota, kampung, kampus, korporasi dan komunitas.

“JSS dan Gandeng Gendong adalah inovasi yang berkelanjutan dan selalu diperbarui sejak diluncurkan tahun 2018. Kami harap ASN terus mengasah kepekaan, empati, keterampilan inovasi dan menuliskan gagasan. Dengan penerapan inovasi secara menyeluruh oleh perangkat daerah harapannya dapat mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang inovatif, sehingga proses pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat dapat berjalan secara efektif dan efisien,” terangnya,

Sebelumnya Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi  menyampaikan inovasi Pemkot Yogyakarta pada tahun 2020-2021 sebagian besar adalah adalah merespon kondisi pandemi dan bagaimana beradaptasi untuk pemulihan sosial dan ekonomi. Beberapa inovasi Pemkot Yogyakarta di antaranya print from home yaitu inovasi cetak dokumen perizinan secara mandiri melalui JSS, kegiatan belajar siswa secara online, aplikasi nglarisi untuk mendukung UMKM kuliner.

“Inovasi harus terus dikembangkan dan ditambah terus agar sempurna serta memudahkan kita dalam bekerja mengorganisir pemerintah dan bermanfaat bagi masyarakat.  Inovasi Pemkot Yogyakarta dalam bentuk JSS sebagai Balai Kota di dunia maya dan Gandeng Gendong terus beradaptasi di masa pandemi,” tutur Heroe.

Heroe menjelaskan JSS mencoba berinovasi seperti adanya presensi secara online, belajar secara online, pendaftaran vaksinasi secara online, pendaftaran antrean puskesmas online. Gandeng Gendong juga ada adaptasi seperti dapur lansia, dapur balita, relawan hijau dan relawan mengajar. Bahkan mendorong pengembangan ekonomi dengan cara Pemkot Yogyakarta membeli produk makanan dari UMKM untuk warga yang isolasi mandiri.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian mengatakan penilaian IGA melibatkan banyak pihak dan tim independen sehingga objektif. Ada empat tahapan penilaian yaitu penjaringan, pengukuran dan penilaian, presentasi kepala daerah dan peninjauan lapangan karena pandemi tidak dilakukan. Kegiatan IGA 2021 diikuti 519 pemerintah daerah dengan 25.124 inovasi dan dibagi dalam kategori 5 provinsi terinovatif, 10 kota terinovatif dan 10 kabupaten terinovatif. Pemberian penghargaan berupa piagam dan trofi serta akan direkomendasikan ke Kementerian Keuangan untuk diberikan dana insentif.

“Tiap tahun Kemendagri berikan IGA. Saya harap kegiatan ini bukan hanya seremonial. Kami ingin mendorong penghargaan ini agar terobosan dan inovasi betul- betul yang diperlukan. Kemenkeu juga ikut menilai karena hasil ini menjadi rekomendasi untuk pemberian dana insentif daerah,” tandas Tito

By AR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *