-Covid-19 membuat seluruh warga melakukan berbagai upaya untuk membuat inovasi agar terhindar dari paparan Covid-19. Berbagai upaya dilakukan salah satunya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Meskipun sudah ada satgas Covid-19 yang bertugas untuk mengingatkan prokes, tetapi masih banyak dari mereka yang melanggar.

Keprihatinan banyaknya masyarakat yang masih abai ini membuat sejumlah tiga siswa dari DIY, yakni Syaikhah Hanifah (SMAN 1), Estetika Nusantara Yutardo (SMA PL) dan Nabila Salima Ala (SMAN 1 Sedayu) membuat sebuah inovasi.

Mereka mengembangkan aplikasi dengan basis artificial intelegance (AI) bernama Pysical Distancing and Mask Detector yang sangat bermanfaat di masa pandemi COVID-19.

Aplikasi ini bisa mendeteksi pelanggaran protokol kesehtaan misalnya menjaga jarak dan pemakaian masker.

“Kami gabungkan teknologi Computer Vision dan Convolution Neural Network sebagai alat detektor jaga jarak dan penggunaan masker,” ungkap Estetika disela Yogyakarta Artificial Intelegent (AI) Summit 2021 di Yogyakarta, Jumat (10/12/2021).

Estetika menjelaskan detektor ini bisa diaplikasikan di ruang-ruang publik karena mudah untuk dipasang. Alat ini seperti CCTV tetapi memiliki sensor untuk medeteksi jarak satu sama lain dan dapat mendeteksi pemakaian masker.

Jika ditemukan pelanggaran maka lampu akan menyala. Alat ini bisa dipasang di berbagai lokasi misalnya di restoran, hotel, dan perkantoran sehingga ruangan dapat tetap terpantau.

“Jadi bisa diterapkan di resto atau ruang publik yang mengisyaratkan jumlah maksimal orang.Tapi penelitian ini masih perlu dikembangkan,” kata dia.

Tim lainnya pelajar kelas 11 dari SMA 2 Kota Yogyakarta Devan Cahya Pratama Gunawan Ia bersama rekannya dari sekolah lain yakni Nur Faiz dari kelas 12 SMKN 2 Depok membuat sebuah aplikasi bernama Urgent Vehicle Sensor.

Deva bersama tim awalnya resah melihat banyaknya kemacetan di Indonesia tak terkecuali di Yogyakarta. Saat kondisi jalan mengalami macet kendaraan darurat seperti ambulance, hingga pemadam kebakaran sulit untuk melintas.

Berangkat dari kejadian macet itu ia bersama rekan-rekannya memulai membuat sebuah aplikasi dengan dasar video CCTV jalan. Aplikasi itu untuk memntau kemacetan yang terjadi di jalanan jika sewaktu-waktu ada kendaraan darurat akan melintas maka muncul peringatan di titik yang dilintasi oleh kendaraan draurat.

Sehingga, dengan adanya peringatan itu para pengemudi bisa mendahulukan kendaraan darurat dan mendahulukan kendaraan darurat.

“Nanti akan keluar peringatan di speaker yang dipasang di sekitar jalan, jadi kendaraan pribadi bisa mendahulukan kendaraan dadurat itu,” kata dia ditemui pada kegiatan AI Summit, di Hotel Tara Yogyakarta, Jumat (10/12/2021).

Nantinya di jalan-jalan atau simpang yang rawan mengalami kemacetan diberi speaker-speaker atau sirine untuk penanda jika ada kendaraan darurat yang lewat.

“Pembuatan sekitar 2 bulanan, tapi memang belum sempurna baru karena kita awam dna belajar dari pertama. Butuh perabgkat yang memadai juga,” kata dia.

By AR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *