Yogyakarta-Semangat pemerintah dalam melaksanakan program vaksinasi Covid-19 menginspirasi pengusaha muda Yogyakarta, Miftahudin Nur Ihsan, untuk membantu sosialisasi pemerintah. Melalui usaha dengan brand Smart Batik yang digelutinya, ia membuat batik dengan tema vaksin Covid-19.

Lulusan MM UGM tahun 2021 yang juga penerima beasiswa LPDP ini ingin menunjukkan bahwa setiap profesi dapat memberikan kontribusi melalui bidangnya masing-masing untuk membantu pemerintah dalam melawan Covid-19, selain itu ia juga bertekan untuk memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), terutama di Kota Yogya.

Ihsan sapaan akrabnya menjelaskan batik vaksin Covid-19 karyanya ini menggambarkan semangat kebersamaan untuk melawan Covid-19.

“Motif batik ini menggambarkan harapan Smart Batik agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas,” jelas warga Wirobrajan ini., Kamis (23/9/2021)

Selain itu, lanjutnya, dengan batik tersebut juga diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang terus digalakkan oleh pemerintah, sehingga herd immunity akan lebih cepat tercapai.

“Dalam motif batik ini juga terdapat gambar motif tenaga medis, sebagai bentuk apresiasi Smart Batik terhadap kinerja luar biasa dari para tenaga medis. Harapannya, melalui keikutsertaan masyarakat dalam program vaksinasi, beban kerja tenaga medis dapat berkurang,” bebernya.

Untuk mendapatkan batik ini dapat ditemukan di berbagai media pemasaran yang dimiliki Smart Batik, seperti Instagram (@smart_batik), Facebook (Smart Batik Indonesia), Website  (www.smartbatikindonesia.com), dan Shopee/Tokopedia (smart_batik_indonesia).

Batik tema vaksin Covid-19 ini bukan satu-satunya karya Smart Batik yang mengangkat isu sosial. Smart Batik selama ini memang dikenal sebagai usaha batik yang inovatif dan tanggap terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Pada tahun 2017, Smart Batik pernah merilis batik dengan tema persatuan ketika isu sara marak berkembang. Pada tahun 2018, Smart Batik bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia membuat batik bertema sadar pajak untuk membantu menyosialisasikan kesadaran pajak pada masyarakat.

Lewat inovasi-inovasi yang dibuat, usaha yang didirikannya telah memenangkan berbagai penghargaan nasional. Beberapa diantaranya adalah sebagai juara 3 Pemilihan Wirausaha Pemula Berprestasi Kemenpora RI, Pemenang Kompetisi Innovating Jogja Balai Besar Kerajinan dan Batik 2019, Penghargaan Edutax DJP RI 2019, Penerima Program Bantuan Insentif Pemerintah Bekraf Indonesia 2018, dan Penghargaan Creative Youth dari UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia 2018.

Bahkan di masa pandemi Covid-19, Smart Batik telah melakukan kerja sama dengan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dan Perkumpulan Pendidik Sains Kimia Indonesia (PPSKI) dengan memproduksi batik bertema organisasi untuk anggota organisasi se-Indonesia. Kerja sama ini juga menjadi salah satu kunci bertahan Smart Batik di masa pandemi.

By AR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *