Bantul-Pemerintah Kabupaten Bantul, Rabu pagi (4/8/2021) menggelar rapat evaluasi Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah)  untuk menjelaskan rincian terkait pandemi Covid-19.

Pembahasan terkait rincian situasi terkini, yakni presentase angka kasus 32% dengan kesembuhan di Kabupaten Bantul  yang mencapai 66%, sedangkan kematian akibat pandemi Covid-19  mencapai 2,37% di bawah angka rasional.

Distribusi tempat kematian paling besar terdapat di rumah sakit dengan angka 71% sedangkan angka kematian akibat pandemi covid-19  dirumah mencapai 27% dengan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa di daerah Kabupaten Bantul merupakan angka penyebaran tinggi Covid-19  untuk saat ini.

Bupati menuturkan bahwa kondisi saat ini masyararakat yang telah di vaksin angka kematian hanya sedikit, sementara angka kematian tinggi mayoritas  masyarakat yang belum melakukan vaksin sehingga sangat penting untuk melakukan vaksinasi.

Menurut laporan Dinas Kesehatan Bantul, gambaran ketersediaan tempat tidur seluruh rumah sakit mencapai lebih dari 88,7% (95% minggu lalu), untuk ICU mencapai 90% (97% minggu lalu )sedangkan ketersediaan di kelurahan 37% (33,9% minggu lalu),shelter kabupaten 64,5% (65,2% minggu lalu).

Kecukupan obat dan ketersediaan vaksin masih bergantung dengan persediaan yang didistribusikan dari pusat sehingga  tidak bisa melakukan vaksinasi melebihi dari yang kita miliki, sedangkan ketersediaan obat di pengaruhi oleh obat di pasaran yang semankin langka sehingga mengandalkan distribusi dari KEMENKES.

Permasalahan tingginya tingkat kematian banyak di sebabkan karena banyaknya masyarakat yang lebih memilih ISOLASI mandiri daripada di shelter, antrian panjang untuk mendapatkan RS rujukan, dan banyaknya pasien yang deteriman RS sudah dalam kondisi buruk.

Rencana aksi yang di lakukan untuk menurunkan angka kematian dengan melakukan pemberian obat segera kepada pasien isolasi dirumah dengan bantuan Satgas desa, penambahan kapasitas ruangan IGD , ISOLASI, ICU dan HCU di RSLKC, RSPS, RS PKU Bantul, peningkatan kapasitas vaksinasi di sentra vaksin, peningkatan tracing testing dengan melibatkan satgas PAM (TNI, POLRI, LINMAS), dan sinkronisasi antara dinas kesehatan dengan pusat data Kemenkes dengan mengunakan aplikasi Silacak agar data tidak terlalu banyak versi.

Bupati Bantul mengatakan, kepada kapanewon dan kalurahan agar lebih memperhatikan masyarakat agar tidak terjadi kelaparan selama pandemi Covid-19. “ Saya menghimbau kepada seluruh kapanewon dan kalurahan supaya memperhatikan masyarakannya, jangan sampai ada masyarakat yang merasa kelaparan selama pandemi Covid-19 ini berlangsung, ” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bantul  menyalurkan bantuan beras dari Baznas dengan total 10 ton untuk masyarakat yang sedang menjalani isolasi di 75 Kelurahan yang ada di Kabupaten Bantul.

 

By AR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *